Saturday, February 21, 2009

Mumpung saya inget dan lagi tidak males saya mau nulis-nulis dikit…Tadi saya baca koran dan tersenyum kecut kalo orang Indonesia bilang. Apa sebab?? Tau istilah “seperti cendawan di musim hujan”??? ya..mungkin ini sebuah istilah yang tepat pada sebuah momentum yang terjadi belakangan ini atau baru-baru saja terjadi…Graduation Day…momen yang mungkin sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa-mahasiswi yang sudah berjuang dengan sangat keras untuk dapat menambahkan titel yang dapat mereka sematkan di nama mereka. Tetapi selesaikah sudah perjuangan mereka?? Tentu saja tidak…mereka harus berjuang dengan kebih keras lagi untuk berkompetisi mencari uang. Di sini dituntut letak kejelian dari para lulusan-lulusan itu tadi…ya para lulusan itu memang diharuskan sekali lagi diharuskan memiliki kompetensi yang nantinya akan menjadi senjata mereka dalam mengarungi kompetisi. Tetapi yang menjadi pertanyaan apakah tiap-tiap lulusan dari sebuah fakultas memiliki kompetensi sesuai dengan disiplin ilmu yang diajarkan??apakah pada nantinya mereka harus beradaptasi dengan dunia kerja yang akan dihadapi?? Kata seorang teman dekat saya, seorang lulusan S-1 diharapkan dapat memecahkan persoalan-persoalan sesuai dengan disiplin ilmu yang dikuasainya…apakah itu menjadi sesuatu yang mutlak?? Ideal menurut saya…tapi jika anda adalah seorang lulusan Teknik Mesin tetapi berharap untuk bekerja pada bidang perbankan, apakah anda mempunyai kapasitas untuk itu?? Learning by doing…ya semua orang juga pasti bilang gitu….kita juga tau bahwa dahulu pada jaman Orde Baru dunia kerja dan dan dunia pendidikan mengalami sinkronasi yang teramat harmonis, ini merupakan kebijakan Bp. Rudini yang menetapkan sistim Link and Match dalam kedua dunia tadi. Mungkin bisa dikatakan bahwa awal dari menjamurnya sekolah tinggi ekonomi sampai dengan dibukanya fakultas ekonomi sebagai daya tarik yang ditawarkan institusi-institusi pendidikan di Negara kita ini, adalah pemberlakuan sistim ini. Saya mungkin setuju dengan sistim ini, karena calon-calon pekerja itu tadi diharapkan memiliki sensibilitas dan Needs Analysis untuk memilih lapangan pekerjaan yang diharapkan. Tapi…apakah kita semua menyadari ini??Ingat lapangan kerja sebenarnya tidaklah terlalu sempit…tapi mungkin kita agak terlalu choosy dalam memiihnya…Choosy sendiri bagus tapi balik lagi ke kompetensi tadi,mampu nggak kita??atau kita harus berpangku tangan pada nasib…ahh jangan lah..atau sepertinya cendawan-cendawan ini akan hilang seiring datangnya musim kemarau??